Sebelum kita membahas lebih
jauh tentang sejarah processor Intel, ada baiknya terlebih dulu kita mencari
tahu bagaimana sih cikal bakal processor di masa-masa sebelum konsep tentang
processor bahkan belum terpikirkan oleh orang-orang yang menjadi perancang
ataupun pembangun komputer di kala itu.
Pada tahun 1904, Sir John
Ambrose Fleming yang merupakan seorang ilmuwan dari Inggris menciptakan sebuah
otak untuk komputer berupa
tabung Dioda yang cukup populer di jamannya. Hasil
temuan Sir John Ambrose Fleming tersebut akhirnya dikembangkan oleh seorang
ilmuwan Amerika bernama Dr. Lee De Forest, hingga akhirnya pada tahun 1906
terciptalah sebuah temuan baru yang disebut trioda, kemudian berlanjut lagi
pada temuan lainnnya berupa tetroda dan pentode.
Dua perangkat yang dikenal
dengan istilah tabung hampa udara (vacum-tube) tersebut bertahan cukup lama di
dunia pencipta komputer. Bahkan beberapa nama komputer jadul seperti ENIAC
(Electronic Numerical Integrator and Computer), EDVAC (Electronic Discrete
Variable Automatic Computer), UNIVAC I dan Harvard Mark yang notabene merupakan
bagian penting dalam sejarah komputer generasi pertama adalah temuan fantastis
yang menggunakan tabung hampa udara sebagai otak dalam pengoperasiannya.
tahun 1956, tabung hampa udara
mulai ditinggalkan oleh ilmuwan komputer yang beralih pada transistor karena
memiliki kemampuan dapat memangkas ukuran mesin jadi lebih kecil. Di era ini
pulalah semikonduktor mulai menjadi salah satu komponen terpenting dalam
pembangunan otak bagi komputer, serta melahirkan banyak perusahaan-perusahaan
besar yang menggunakannya sebagai ladang untuk berbisnis.
Era semikonduktor sendiri
mulai memperlihatkan masa-masa keemasannya pada tahun 1960-an, yang mana salah
satu perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah Fairchild, sebuah perusahaan
tempat Robert Noyce dan Gordon Moore bekerja sebelum akhirnya mereka memutuskan
untuk keluar dari perusahaan tersebut dan mendirikan Intel Corporation.
Pada tahun 1969, Intel yang
sudah berjalan selama satu tahun di bidang pengembangan semikonduktor merilis
produk perdananya berupa RAM statik 1101, ini merupakan MOS (Metal Oxide
Semi-Conductor) pertama di dunia. Produknya tersebut kembali mendapat
pengembangan yang akhirnya melahirkan sebuah produk baru dengan nama Schottky
bipolar 64-bit static random access memory (SRAM) 3101.
Dua produk andalan Intel
tersebut mampu membuat mereka dipandang sebagai perusahaan baru yang potensial,
serta menarik minat banyak investor untuk mengajak kerja sama. Salah satu
perusahaan yang akhirnya mengajak Intel sebagai produsen semikonduktor untuk
bekerja sama adalah Nippon Calculating Machine Corporation (NCMC), yang secara
khusus meminta Intel untuk merancang 12 chip khusus.
Rencananya 12 chip tersebut
akan digunakan sebagai otak dari produk kalkulator Busicom 141-PF. Insinyur
Intel pada saat itu memiliki sebuah ide untuk membuat ringkas dari yang tadinya
12 chip menjadi hanya 4 chips saja, dimana salah satu chipnya diprogram agar
dapat digunakan untuk berbagai produk sekaligus. Ide inilah yang nantinya
secara mengejutkan bakal berkembang menjadi sebuah pertanda untuk segera
diakhirinya era memori magnetis, berganti pada kemunculan sebuah teknologi baru
yang nantinya akan disebut dengan nama ‘processor’.
Singkat cerita, Intel akhirnya
sukses merancang 4 chip cerdas yang diberi nama produksi MCS-4. Sadar bahwa
chip tersebut memiliki masa depan yang cerah, Intel akhirnya mengambil kembali
hak atas desain MCS-4 dengan cara membelinya dari Nippon Calculating Machine
Corporation (NCMC).
0 komentar: